Journey To The West With Red Semox part II

Posted: April 27, 2013 in wisata
Tags: , , , ,

Semangat weekend brosis :P, alhamdulillah ya sudah ketemu sama weekend lagi, waktunya berkumpul bersama keluarga lagi. Artikel ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya di sini brosis. Yup, masih seputar jalan – jalan saja kok mengenang masa muda dulu (saiki wes suwek eh tuwek :lol:). Seperti biasa cerita ini terjadi pada hari minggu dimana waktunya saya stay di Ponorogo. Dan seperti biasanya juga istri kalau lagi weekend senengane ngajak dolan (ora ngerti tanggal tuwek opo piye :mrgreen:).

Pose1986

Setelah menimbang, memilih dan memilah dengan seksama dan dalam waktu yang sesingkat – singkatnya maka di putuskan untuk jalan – jalan ke Jawa Tengah lagi, ke Solo tepatnya. Pengennya sih ke Jogja tapi berhubung berangkat juga udah siang ya diurungkan daripada kewengen nek dalan (kemalaman di jalan) malah bahaya bro. Skip langsung saja ngegas si Semox dengan kecepatan sedang. Jalurnya masih sama dengan yang saya lewati waktu saya mblakrak dan nyasar ke Wonogiri kemarin. Setelah sampai di kota Wonogiri jadi galau, mau ke Jogja apa mau ke Solo karena dua – dua nya kusuka sama – sama nilainya..ahaaaa (halah malah nyanyi).

Pose2036

Dan pilihanpun ditetapkan ke tujuan semula yaitu Solo, langsung saja dari jalan besar Wonogiri ambil kanan dan seperti biasa mengikuti GPS gratis (plang penunjuk jalan) dan mengandalkan feeling seorang bolang :mrgreen:. akhirnya sampai juga di Solo. Kesan pertama masuk kawasan ini adalah, jalane kok sempit (belum sempet explore keseluruhan sih). Istri langsung menunjuk arah pasar klewer (dasar ora iso liat barang murah :twisted:). Disini sempet nyasar juga karena pasarnya kelewatan, akhire dengan sedikit basa basi sama penjual bakso dan di beli baksonya muncullah petunjuk arah yang harus di ikuti kalau mau sampai ke pasar klewer.

Pose1973

Lanjut ngegas ke pasar klewer sesuai petunjuk mbak yang jual bakso (sexy lho :D). langsung saja ambil tempat parkir dan mulailah berkeliling. Ngekor di belakang istri wae, sambil liat barang – barang yang dijual disini. Ternyata murah – murah brosis mulai dari souvenir, kaos, dan beraneka ragam cindera mata lain ada dengan harga yang murah. Setelah berkeliling dan membeli beberapa kaos untuk oleh – oleh keluarga di rumah, langsung bergegas ke destinasi selanjutnya, Kraton Solo. Ndak ngerti lor – kidul akhire nurut jalan saja dan alhamdulillah ndak nyasar lagi :P. Masuk di area Kraton langsung disambut hawa seger karena banyak pohon – pohon besar di kanan – kiri jalan masuk menuju Kraton.

Pose2027

Muter terus sampek ketemu pintu gerbang masuk halaman kraton, markir motor, jeprat – jepret dulu tau – tau ada bapak tukang becak menawarkan becaknya jasa. “Monggo mas, 15ribu saja saya anter keliling kraton” katanya. Ya sudahlah dari pada jalan kaki mending naik becak, toh cuma 15ribu ini. Tour de becak di awali dari halaman Kraton menuju ke samping kiri melewati museum kraton dan rumah – rumah penduduk. Suasananya khas kayak di FTV – FTV gitu jadi berasa maen sinetron :mrgreen:. Sampai di alun – alun disana ada pusaka hidup Keraton Solo siapa lagi kalau bukan Kyai Slamet alias Kebo Bule :D. Foto -foto deh sama Kebo Bule sang maskot dari setiap kirab pusaka yang diadakan Kraton setiap tahun ini.

Pose2002

 

Pose2019

 

Pose1980

Di alun -alun ini juga terdapat kereta jenazah, lebih tepatnya gerbong kereta yang dulu digunakan untuk mengangkut jenazah Pakubuwono X. Kalau siang sih biasa aja, tapi kalau malem kayaknya kok serem :evil:. Muter lagi akhirnya finish kembali di halaman Keraton, langsung bayar dan cabut dari area Keraton. Sebenernya gak cabut sih wong masih di area Keraton, ke Masjid mau sholat dulu sama ngadem bro. Selesai sholat istirahat dulu, lalu langsung cabut kembali ke kota Ponorogo. Tak salah memang kalau Solo berslogan Spirit Of Java, dari yang saya lihat beberapa saat saja di tempat ini memang kesan medhok khas Jawa sangat terlihat di kota ini.

Last, cukup puas untuk blakraakan saya ke kota ini. Selanjutnya sih pengen ke Jogja tapi berhubung istri hamil duluan (nyanyi maneh :mrgreen:) dan sekarang si bos kecil sudah lahir ya rencana ke Jogjanya nunggu si bos kecil agak gede dulu biar bisa diajak jalan – jalan. Oke brosis, sekian cerita jalan – jalan hari ini. Happy nice weekend, keep safety riding dan Wassalamu’alaikum…

Advertisements
Comments
  1. ochimkediri says:

    wiiiiih sampe solo rek,pirang kilo wi?

  2. damar says:

    coba maen ke boyolali mas, gak jauh kok dr solo

  3. touringrider says:

    waduh… aq malah rung tau nek riding ke solo. nek driving wes sering.qiqiqiqi

  4. […] kecil sering banget jalan-jalan, ya bisa dikatakan short touring lah. Wong paling jauh cuman nyampe Solo aja, mau ke Jogja juga belum […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s